Bulan pun TELAH TERBELAH

November 13th, 2006 by idrisep

Scientific : BULAN PUN TELAH TERBELAH

by @Fisan

1. Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434].
2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".
3. Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan Telah ada ketetapannya
[1435]

(Qs.Al Qamar : 1-3)

[1434] yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.
[1435] maksudnya bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.

Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar,“Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah,
orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).

Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”
Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”
Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!
Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar
. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

Telah Lahir Jundi ke-2 kami

October 11th, 2006 by idrisep

Alhamdulillah…telah lahir putra kami yang ke-2, Hanif Khalifaturrahman, pada 13 Ramadhan 1427 H [6 Okt 2006], hari Jum’at jam 12.45 wib di RS.Haji Pondok Gede-Jakarta Timur.

Semoga menjadi seorang anak yang sholeh, Jundullah pengemban Risalah-Nya, dan mjd Qurrota a’yun bagi orang tuanya yang dibarokahi ALLAH SWT. Amiin.

Mohon Do’a dari saudara & teman-teman sekalian

Nabilahadek_1

[seri Ma'rifatullah] Mengenal ALLAH bag.1

October 2nd, 2006 by idrisep

ALLAH yang MAHA MEMELIHARA [ ALHAFIZHU ]

ألحَفِيظُ

Risalah Tarbiyah

Oleh : Abu Nabilah

Ma’rifatullah

Ma’rifatullah atau mengenal ALLAH adalah hal utama yang harus disempurnakan oleh seorang muslim. Mengapa kita perlu mengenal ALLAH ?.

Banyak alasan yang mendasar hingga kita perlu mengenal ALLAH sebagai Dzat yang menciptakan kita dan alam semesta ini, tetapi yang utama dalam mengenal ALLAH SWT itu adalah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya, karena kita telah memahami keberadaan ALLAH melalui ma’rifatullah.

Alhafizhu, ألحَفِيظُ : ALLAH yang MAHA MEMELIHARA

Salah satu sifat ALLAH yang harus kita kenal adalah ألحَفِيظُ [Al-Hafizhu], yaitu ALLAH yang MAHA MEMELIHARA.

Sejak manusia di rahim ibundanya hingga ia dipanggil kembali ke hadapan ALLAH, maka sesungguhnya segala kehidupannya itu telah ALLAH gariskan, telah ALLAH atur dan pelihara. Bahkan sebelum penciptaan makhluq di bumi ini, ALLAH telah lebih dahulu menciptakan alam semesta ini dengan penuh kesempurnaan, dan ALLAH SWT yang menjaga kesempurnaan itu dengan memelihara agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan ALLAH SWT, tidak ada kerugian dan kesalahan dari penciptaan-Nya, sebagaimana ditegaskan oleh ALLAH dalam firman-Nya [Qs.Al-Imran : 190-191] :

žcÎ) ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í‘$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy ’Í<rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ

tûïÏ%©!$# tbrãä.õ‹tƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4’n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur $uZ­/u‘ $tB |Mø)n=yz #x‹»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ߙ $oYÉ)sù z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka

[Qs.Al-Imran :190-191]

dari ayat di atas, telah jelas ALLAH mengklaim bahwa ALLAH lah yang menciptakan langit dan bumi [juga seluruh alam semesta]. Karena ALLAH adalah Pencipta alam semesta dan seisinya ini,  maka hanya ALLAH lah yang mengenal dan mempunyai kesempurnaan ilmu atas hasil ciptaan-Nya, sehingga hanya ALLAH lah yang sanggup untuk menjaga dan memelihara hasil ciptaan-Nya itu agar tetap sesuai dengan kehendak-Nya.

Bila kita memikirkan tentang penciptaan alam semesta ini, maka kita akan dapat melihat ke-Maha-an ALLAH dalam memelihara ciptaan-Nya ini. ALLAH menciptakan alam semesta ini tanpa cacat, mulai dari asal mula terbentuknya, hingga cara kerja hukum-hukum yang menjaga keteraturan dan keseimbangan pada alam semesta yang senantiasa bergerak, berubah, dan memuai.

SubhanALLAH, tiada satupun makhluq yang sanggup menjaga keteraturan dan keseimbangan alam semesta yang dinamis ini, bahkan untuk menjaga orbit bulan sekalipun agar tetap beredar pada garis edar (orbit)nya. Kita dapat membayangkan, berjuta-juta benda langit [matahari, bintang, planet, bulan, meteor, makhluq hidup, dll] yang ALLAH sebarkan diantara langit dan bumi, yang senantiasa bergerak dinamis dengan serasi tanpa bertabrakan antara satu dengan lainnya. Padahal jika kita cermati dengan seksama, garis edar (orbit) benda-benda langit tersebut banyak yang saling memotong garis edar satu benda dengan garis edar benda langit lainnya. Yang membuat semua itu tetap teratur dan serasi hanyalah dalam PEMELIHARAAN ALLAH SWT. Tidak ada satu makhluq pun yang sanggup menjaga keseimbangan alam tersebut.

Kiranya benar firman ALLAH :

“Ï%©!$# t,n=y{ yìö7y™ ;Nºuq»yJy™ $]%$t7ÏÛ ( $¨B 3“ts? †Îû È,ù=yz Ç`»uH÷q§9$# `ÏB ;Nâq»xÿs? ( ÆìÅ_ö‘$$sù uŽ|Çt7ø9$# ö@yd 3“ts? `ÏB 9‘qäÜèù ÇÌÈ

§NèO ÆìÅ_ö‘$# uŽ|Çt7ø9$# Èû÷üs?§x. ó=Î=s)Ztƒ y7ø‹s9Î) çŽ|Çt7ø9$# $Y¥Å™%s{ uqèdur ×ŽÅ¡ym ÇÍÈ

3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah

[Qs.Al-Mulk : 3-4]

Ayat di atas jelas menyatakan bahwa hanya Ar-Rahman yang Maha MEMELIHARA ciptaan-Nya dalam keseimbangan dan tanpa cacat. ALLAH yang menjaga segala sesuatunya serasi sesuai kehendak-Nya hingga akhir zaman nanti, bahkan dengan ciptaan alam semesta yang senantiasa bergerak dinamis pun, ALLAH yang mengatur, memelihara dan menjaga agar masing-masing berjalan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan manusia, hanyalah diberi sedikit ilmu oleh ALLAH untuk memahami ciptaan-Nya tersebut.

Begitupun dengan kehidupan di bumi, semua makhluq ciptaan ALLAH menjalani kehidupannya sesuai sunnatullah dan ALLAH memelihara mereka semua. Maha Suci ALLAH yang tidak melalaikan hak satu makhluq pun dalam kehidupan di bumi. Jika kita melihat fenomena kehidupan makhluq di bumi seperit rantai makanan, maka sebagai orang beriman, kita akan paham bahwa itu adalah salah satu pemeliharaan ALLAH terhadap keberlangsungan kehidupan makhluq di bumi. Rantai makanan tidak terjadi begitu saja, tetapi itu semua telah diatur oleh ALLAH dengan cermat dan teliti, hingga makhluq  ALLAH sekecil  bakteri pengurai pun bisa tetap mempertahankan kehidupannya di bumi ALLAH.

Jadi jelaslah, bahwa segala penciptaan langit dan bumi serta makhluq yang mengisinya, semuanya adalah hak dan ciptaan ALLAH. Tidak ada makhluq yang sanggup menandingi ilmu dan pengetahuan akan ciptaan-Nya kecuali hanya Sang Khaliq, Sang Pencipta. Oleh karena itu hanya ALLAH lah yang sanggup memelihara ciptaan-Nya sesuai dengan Ilmu dan Iradah-Nya.

ALLAH SWT Maha Memelihara ciptaan-Nya dalam keteraturan dan keseimbangan. ALLAH SWT Memelihara setiap ciptaan-Nya tanpa cacat dan tidaklah sia-sia, segala sesuatunya telah ALLAH perhitungan menurut Ilmu-Nya dan segala sesuatnya telah ALLAH pelihara sesuai dengan hak-Nya.

Maha Kuasa ALLAH, dan Maha Memelihara atas setiap ciptaan-Nya.

Al-Haqqu mirRabbikum,

Maraji’

  1. ”Al Qur’an Digital”, Freeware versi 2.1, www.alquran-digital.com

  2. ”Ma’rifatullah”, Dr. Irwan Prayitno, Pustaka Tarbiatuna, PondokGede-Bekasi

  3. ”Menyingkap Rahasia Alam Semesta”, Harun Yahya, Dzikra, Bandung